Monday, July 11, 2011

RINGKASAN

Integrated Citarum Water Resources Management Project (ICWRMIP) merupakan program yang ambisius yang mencakup beberapa sektor. Namun, seperti halnya program yang bersifat komplek, terdapat banyak permasalahan yang saling berkaitan. Jika program ini berhasil dilaksanakan, maka akan menjadi satu-satunya program Pengelolaan Sumber Daya Air Bersih Terintegrasi yang komprehensif di Indonesia.

Program ini mencakup aliran sungai paling strategis di Indonesia, dengan jumlah penduduk 28 juta. Dua pusat kota yang paling penting adalah – Jakarta (jumlah penduduk 13.2 juta) dan Bandung (4.0 juta) baik yang terletak di dalam atau yang bergantung pada aliran sungai untuk penyediaan air. Polusi di aliran sungai yang lebih rendah – khususnya di bagian hilir dari kanal Tarum Barat-memiliki masalah kualitas air yang mendesak. Ini disebabkan oleh limbah rumah tangga, limbah industri dan limbah padat di sepanjang sungai yang tidak dikelola dengan baik. Masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai di Kanal Tarum Barat, mempunyai kecenderungan yang tinggi terhadap penyakit yang berbasis air dan udara, khususnya untuk anak-anak dan wanita.

ICWRMIP Sub Component 2.3 akan melakukan pendekatan berbasis masyarakat, sesuai dengan proses yang dikembangkan menurut  proyek WSLIC-II, CWSH dan SANIMAS yang sedang berjalan, dan menggunakan sumber NGOs dan CBOs yang aktif dilapangan.

Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengurangi penyakit yang berbasis air dan udara pada masyarakat di tepi pantai di sepanjang Kanal Tarum Barat, dengan meningkatkan penyediaan air dan sanitasi. Manfaat utama dari proyek ini adalah ; (i) mengurangi kemiskinan dan menambah manfaat kesehatan di daerah kumuh; (ii) meningkatkan pemberdayaan masyarakat; (iii) memperkuat kapasitas pemerintah daerah.

Tahap pertama ICWRMIP Sub Component 2.3 periode 2010-2012 meliputi 2 Kabupaten yaitu Karawang dan Bekasi, dan satu kota yaitu Bekasi, dengan 15 desa sasaran. Proyek ini dilaksanakan melalui dukungan beberapa konsultan di bawah Mott MacDonald & Associated, untuk memberi service kepada Kementrian Kesehatan selaku PIU dari ICWRMIP Sub Component 2.3, yang dimobilisasi pada Desember 2010.

Beberapa permasalahan dan temuan fakta dapat dijelaskan sebagai berikut;

  • Kesiapan dan dukungan dari pemerintah daerah, dan stakeholder perlu ditingkatkan melalui advokasi, sosialisasi, dll.
  • Review, revisi dan pembuatan petunjuk/pedoman, manual dan dokumen pendukung yang terkait harus dilaksanakan pada tahap pertama mobilisasi tim konsultan.
  • Revisi rencana kerja yang ada dalam hal mobilisasi Konsultan Kabupaten, Pengadaan Organisasi Sosial Masyarakat dan Baseline Survey.
  • Membuat program pelaksanaan rencana kerja di tingkat desa, untuk mencapai tujuan
  • Sesuai dengan kegiatan di tingkat desa yang sangat intens dan untuk mendukung kegiatan PIU, maka semua dukungan dari Tim Konsultan Pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat jadwal tugasnya.

No comments:

Post a Comment